Treble clef 2 Lil' Indo Girl: TRADISI PASOLA DI SUMBA BARAT
Do not take ma chance ! Please be creative !:)

Thursday, November 22, 2012

TRADISI PASOLA DI SUMBA BARAT

pasola-kodi-albert-usada
PASOLA merupakan seremoni adat yang secara khusus hanya ada di Pulau Sumba., Nusa Tenggara Timur Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional orang Sumba - yang masih menganut kepercayaan (agama) asli, yaitu Marapu. Sumba Barat di mekarkan menjadi tiga kabupaten, yakni Sumba Barat beribukota di Waikabubak, Sumba Tengah beribukota di Waibakul, dan Sumba Barat Daya beribukota di Waitabula.
Pulau Sumba terbagi atas empat daerah pemerintahan, yaitu Sumba Timur di Waingapu,Sumba Tengah di Waibakul, Sumba Barat di Waikabubak, dan Waitabula di Sumba Barat Daya. Sebelum tahun 2007, pulau Sumba hanya terbagi dalam dua kabupaten, yakni Kabupaten Sumba Barat (Waikabubak) dan Sumba Timur (Waingapu).
Semenjak tahun 2007 seiring dengan asas desentralisasi penyelenggaraan pemerintahan di daerah, Sumba Barat dimekarkan menjadi tiga kabupaten, yakni Sumba Barat beribukota di Waikabubak, Sumba Tengah beribukota di Waibakul, dan Sumba Barat Daya beribukota di Waitabula.
Kembali tentang Pasola. Secara regular, seremoni atau festival tahunannya, lazim diselenggarakan di bulan Februari atau Maret. Yaitu, di Lamboya (Sumba Barat) pada bulan Februari; di Wanukaka (Sumba Barat) dan Kodi (Sumba Barat Daya) pada bulan Maret
Secara adat setempat, Pasola sebagai serangkaian upacara adat yang dilakukan dalam rangka memohon restu para dewa (sesuai kepercayaan lokal: Marapu) agar harapan panen padi dan palawija, sayur-mayur dan hasil ladang atau kebun mereka di tahun tersebut berhasil dengan baik. Puncak rangkaian upacara adat dilakukan beberapa hari sebelumnya berupa Pasola itu. Pasola bisa dikatakan semacam ala perang (bukan sungguhan) yang dilakukan oleh dua kelompok berkuda yang berbeda sebagai lawan tanding. Setiap kelompok terdiri atas lebih kurang 100 pemuda bersenjatakan tombak - yang dibuat dari kayu berdiameter kira-kira1,5 cm - yang ujungnya dibiarkan tumpul. Walaupun tombak tersebut tumpul, Pasola tak jarang menelan korban luka, bahkan korban jiwa, mati. Namun, uniknya, tak ada dendam dalam Pasola. Jika masih penasaran (ingin balas untuk menang) yach mereka harus sabar menantikan lagi pada Pasola tahun berikutnya.
Teman-teman, uniknya lagi pada seremoni Pasola, apabila ada korban (luka atau mati) dalam seremoni Pasola itu - menurut kepercayaan Marapu si korban tersebut (dianggap) mendapat hukuman (kutukan?) dari para dewa, karena kemungkinan pada waktu sebelum (bertanding dalam Pasola) korban yang bersangkutan telah melakukan suatu pelanggaran atau kesalahan.









No comments:

Post a Comment